Aku senang bisa memberikan bekal untuk perjalananmu di kereta. Aku berdoa supaya kamu baik baik saja dan selamat sampai di kost ya kak :') Percakapan kita tadi yang begitu sederhana bisa membuat hatiku merasa tenang. Tapi, aku melihat sorot matamu yang berbeda. Kamu tidak sama lagi seperti yang dulu. Kamu berbeda. Entah mengapa aku bisa mengira seperti itu. Sorot matamu yang dulu hangat, sekarang berubah menjadi sorot mata yang dingin. Aku merindukan kamu yang dulu !
Oh iya, kamu menyuruhku mencari pengganti yang baru ya, kak ? Maaf. Aku tidak bisa. Aku sudah terlanjur sayang sama kakak. "I don't choose who I fall in love with" . Aku tidak memilih aku jatuh cinta dengan siapa. Mungkin, Ini semua takdir Tuhan. Siapa yang tau ? Memang kenapa kamu menyuruhku untuk mencari penggantimu ? bisakah kamu menjelaskan ? Teman - teman ku sudah melarangku untuk berhenti memperjuangkanmu. Tapi, hatiku nggak bisa nolak. Aku masih ingin memperjuangkanmu karena aku mencintaimu. Maaf, kak. Aku orang yang keras kepala. Ini aku apa adanya. Aku hanya berusaha menjadi obat lukamu yang belum sembuh meskipun lukaku semakin parah. Kakak jangan nyuruh aku cari pengganti kakak ya, mohon :'( kakak juga belum bisa kan cari pengganti mantan kakak ? Jadi, kita impas kan. Kamu belum move on dari mantan kamu dan aku belum move on dari kamu :(
-dari seseorang yang perjuangannya tak kau anggap :')-
Adek.