dan doaku kamu terus langgeng. Selamat sekali lagi :)". Kalimat yang sebenarnya sangat sakit untuk kuucapkan. Kenapa tak kau kasih tau aku sendiri ? Kenapa aku harus tau dari orang lain ? Jawab. Kenapa bisa begitu ? Kamu takut aku nanti galau ? sakit hati ? Apa yang kamu mau kak ? Aku tidak tau apa maumu. Jadi beritahu saja aku yang sebenarnya. Aku tidak apa apa.
Aku turut bahagia, kalau kamu bahagia. Memang cinta tak bisa dipaksa bukan ? Aku juga tidak berhak memintamu untuk menjadi milikku. Karena aku tahu aku bukan seseorang yang penting bagimu. Ya. Aku tahu itu. Malam ini tiba -tiba saja aku teringat akan apa yang pernah kau katakan kepadaku dulu, bahwa kamu dulu pernah punya seorang kekasih, lalu kalian putus, dan kamu, kak. kamu bilang kamu belum bisa move on darinya kan ? dan bilang kamu tidak bisa menerima aku untuk jadi penggantinya. Saat itu aku berusaha untuk menjadi obat penyembuh lukamu, aku berjuang mempertahankanmu. Meski selalu sakit yang aku terima, karna kebodohanku yang menunggumu yang ternyata tidak pernah bisa mencintaiku. Sampai suatu ketika waktu dan jarak memisahkan kita. Kamu pergi untuk melanjutkan Sekolahmu di Jakarta, dan aku meneruskan sekolah SMA ku.
Selang beberapa bulan, kita tidak pernah berkomunikasi lagi. Bahkan untuk menyapa kabar pun tidak. Di waktu sulit itu aku bertekad untuk melupakanmu, menghapuskanmu dari benakku. Dan mencari sosok penggantimu, Sulit memang, tapi aku berusaha agar aku tidak memikirkanmu lagi. Tapi, terkadang aku masih sering menyebut nama mu dalam kehidupanku itu, kadang pun aku juga merasakan rindu.
Beberapa bulan sudah kujalani, aku berhasil melupakanmu. Tapi, kenapa tiba tiba kamu menyapaku melalui WhatsApp. Aku senang sekali kau menyapaku. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, bahwa kamu kembali. Tapi, Apakah kamu kembali untukku ? Kurasa bukan. Aku tau, kamu hanya ingin mengobrol santai saja kan denganku ? Aku nya saja yang mengartikan berlebihan. Aku memang bodoh. Hari - Hari terakhir rasa cinta itu muncul kembali. Jujur, sebenarnya aku masih belum bisa move on total dari kamu, kak.
Rasa Cinta ini semakin lama tumbuh lagi, seperti bunga yang disiram, bunga tersebut semakin tumbuh. Aku senang kamu hadir lagi. Apalagi, kamu mengatakan bahwa Maret kamu libur dan pulang ke kota ini. Aku menunggumu pulang. Dan benar kita bertemu di sekolah. Senang rasanya, seperti aku menemukan kembali hidupku yang lalu. Aku mulai memikirkan hal hal indah yang akan kita lalui di bulan spesial ini. Ya, spesial untukmu dan spesial untukku. Karena kita akan merayakan pertambahan umur di bulan yang sama.Bulan Maret. Bagiku spesial, tapi tidak kurasa untukmu, bagimu bulan - bulan sama saja.
Aku merasakan ada yang aneh dari dirimu saat ini, kamu berubah menjadi sosok yang tak kukenal. Kamu berubah menjadi dingin kepadaku dan berusaha berjaga jarak denganku. Jujur, aku ingin tau apa yang terjadi. Dan semua sudah terungkap. Kamu memiliki kekasih baru bukan ? Tubuhku tergoncang mengetahui ini semua. Aku hanya bisa diam terpaku lalu menangis sekencang kencangnya. Aku hanya bisa mengasihani diriku sendiri. semakin berdarah dan bertambah lebar lukaku ini. Biarkan aku mengobati lukaku sendiri, selamat atas kebahagiaanmu sekarang, kak. :')
Terima kasih atas kenangan selama ini,
Terima kasih atas suka duka,
Terima kasih atas perhatian,
Terima kasih atas segalanya, Kamu tetap yang terindah kak :')
♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar